“Dunia Berubah”, mungkin itulah kata-kata yang cocok diungkapkan untuk merespon keadaan kita sekarang ini. Keadaan yang cenderung kepada penilaian yang kurang berkenan melihat gejolak politik, prilaku manusia, alam yg tdk bersahabat, dan sebagainya.

Terpikir untuk mencari penjelasan keadaan tersebut, telintas sabda Nabi Muhammad SAW (Hadist) yang diriwayatkan oleh Tamim Ad-Dari tentang kemunculan Ad-Dajjal/Anti-Kristus/Al-Masih Palsu bahwa Dajjal hidup didunia selama 40 hari.

Dalam hadist tsb, terdapat 3 hari Dajjal belum berlaku hukum manusia yaitu; Hari Ke-1, Hari Ke-2, dan Hari Ke,3. Tiga hari tersebut yang coba diungkap misteri dari kehadiran Dajjal didunia. Berikut penjelasannya.

Hadist Tamim Ad-Dari

Dajjal hidup di dunia selama 40 hari:

  • Hari Ke-1 bagaikan 1 Tahun
  • Hari Ke-2 bagaikan 1 Bulan
  • Hari Ke-3 bagaikan 1 Minggu
  • Hari Ke-4 dan seterusnya bagaikan hari2 manusia biasa

Petunjuk Ke-1:

Kisah Dajjal diriwayatkan dekat dengan gerakan Zionist diakhir-jaman.

Petunjuk Ke-2:

Ditemukannya jasad Firaun pada tahun 1898 mengiringi kembalinya bangsa Yahudi dari Eropa ke Palestina.

Petunjuk Ke-3:

Tragedi WTC 9 September 2001, bagian dari gerakan Zionist.

Opini:

  • Petunjuk ke-2 dan Petunjuk ke-3 sbg petunjuk awal yg melahirkan petunjuk2 selanjutnya.
  • Sejak ditemukan jasad Firaun pd th 1898 sampai dg Tragedi WTC 2001 adalah 103 tahun.
  • Setelah dianalisa 103 tahun ada kesesuaian periode Hari Ke-2 Jadi 103 tahun dianggap bagaikan 1 Bulan.
  • Untuk mencari Hari ke-1 bagaikan 1 tahun, kita harus mengkalikan 103 th x 12 bulan = 1236 tahun.
  • Jadi kita hitung mundur sejak ditemukannya jasad Firaun 1898 – 1236 = 662 M adalah awal kemunculan Dajjal.
  • Untuk mencari Hari Ke-3, 103 dibagi 30.4 hari/bulan (1th = 365 hr/12 bulan= 30.4 hari/bulan) menjadi 3.39 (hari)x 7 (minggu)= 7 tahun.
  • Jadi Hari ke-3 Dajjal berakhir ditahun: 2001 + 24 = 2025.
  • Pada hari berikutnya, yaitu Hari Ke-4 waktu Dajjal berlaku seperti hari-hari Manusia.

Dapat juga dilihat penjelasan tsb diatas dengan video dibawah ini:

Tulisan ini dimaksud untuk mewaspadai tantangan hidup saat ini dan masa datang. Namun tidak menjadikan kita manusia pesimis atau patah semangat.

Wallahualam Bishawab

Advertisements